Mengusap Wajah Setelah Berdoa; Antara Sunnah dan Bid'ah

 

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum mengusap wajah setelah berdoa. Ada tiga pendapat tentangnya. Pertama, sunnah berdasarkan hadits yang dihassankan sebagian ulama seperti Ibnul Hajar dan Imam Nawawi.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ فِي الدُّعَاءِ لَمْ يَحُطَّهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ
“Apabila Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengangkat kedua tangannya saat berdoa, beliau tidak meluruskannya sehingga mengusapka kedua tangannya ke wajah beliau.” (HR. Al-Tirmidzi dari haidts Umar bin Khathab Radhiyallahu 'Anhu)

Kedua, perbuatan bid’ah, karena menilai hadits di atas adalah dhaif. Tidak bisa dijadikan sebagai landasan hukum sunnah. Sedangkan hadits-hadits lain yang menopangnya derajatnya juga sangat lemah.

Ketiga, tidak sunnah dan tidak pula bid’ah; ia termasuk perkara mubah. Jika ada yang mengerjakan maka tidak dikatakan bid’ah dan bila ditinggalkan maka tidak dicela.


Menurut Syaikh Utsaimin dalam Syarh al-Mumti’, bahwa itu tidak sunnah. Sebab, hadits-hadits yang menerangkannya itu lemah. Tidak mungkin menetapkannya sebagai sunnah berdasarkan hadits dhaif. Inilah pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Beliau berasalan, hadits-hadits yang terdapat dalam Shahihain dan selainnya yang jumlahnya banyak menerangan bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berdoa dan mengangat kedua tangannya; serta tidak mengusap wajah beliau dengan keduanya.

Maka yang paling utama, menurut Syaikh Ibnul Utsaimin, tidak mengusap wajah. Tetapi kami tidak mengingkari orang yang segaja mengusap wajah karena menganggap hadits-hadits yang menerangkannya itu Hasan. Karena persoalan ini termasuk perkara khilafiyah.

Dalam tulisan kami terdahulu dari perkataan Syaikh Ibnu Bazz, bahwa mengusap wajah selelah berdoa bukan perkara bid’ah. Tapi menurut beliau, yang lebih utama adalah meninggalkannya karena hadits-hadits menerangkannya itu lemah. [Baca: Usap Wajah Setelah Berdoa Bukan Bid'ah]

Syaikh melanjutkan, tidak ada hadits shahih yang menerangkan tentang mengusap wajah setelah berdoa. Hadits-hadits yang ada dalam Shahihain, atau salah satunya tidak ada yang menerangkan tentang mengusap wajah (setelah doa). Di dalamnya hanya diterangkan doa. Karenanya siapa yang mengusap wajah, ia tak berdosa. Dan siapa yang meninggalkannya maka itu lebih utama. Sebab, hadits-hadits tentang mengusap wajah setelah berdoa –sebagaimana telah diterangkan- adalah dhaif. Tapi siapa yang mengusapnya, ia tak berdosa. Tindakannya itu tak boleh diingkari dan tidak boleh dikatakan bid’ah.

Perkara ini beliau jelaskan dalam kumpulan fatwanya “Nuur Alaa al-Darb”, dengan judul: Hukmu Mashi al-Wajhi Ba’da al-Du’a wa Hukmu Taqbiil al-Qur’an (Hukum mengusap wajah setelah berdoa dan hokum mencium Al-Qur'an). 

Wallahu A’lam. 

[PurWD/voa-islam.com]

Ulasan

  1. apalahhh..ruang ni untuk tambahkan perbalahan umat Islam ke?...hal kecil dalam hukum Bida'ah tak payah lah dibuka..buat banyak kecoh saja...kita dahlah kecoh dgn berbagai hal perpecahan umat Isdlam...kalaunak buka isu biarlah yang semasa yang jadi maksiat sosial dalam Islam sekarg ni...jika nak buka isu bidaah juga supaya dap[at bermegah tunjuk org yg kita tahu hujah..tahu nama kitab ini dah baca kitab2 muktabar...lebih baik hentikanlah...ni debat kedai kopi tak ada baik akhirnya...debat "syok sendiri" buang masa....dah lah org nak sapu muka ke..tak nak ke..biarlah...kalau tak didebat pun tak jadi hal jika ad ayang buat tak tanggung dosa kita tak bagi ulasan ..tapi jika org ramai buat maksiat..buang bayi...berzina...makin ramai Islam kerja disko dan jual arak...kerja dedah aurat ...ni semua tak pulak di tegur ..padahal tiap masa perlu ditegur...dihujah..barulah kerajaan pun tertekan ...rakyat pun malu....ni lagi teruk dah ada pula org Pondan nak saman Majlis Ugama Islam N.Sembilan....bayangkan tu.....kita asyik nak debat ala ulama muktabar konon....tak sedar si pondan pun dah berani nak ludah Mufti negara iini....

    BalasPadam

Catat Ulasan

HAK ANDA UNTUK KOMEN

Catatan Paling Popular

[PETUA] Zakar Panjang, Besar dan Air Mani Pekat dan Banyak.

KEPENTINGAN MENGULUM ZAKAR SUAMI

11 TANDA-TANDA WANITA BERNAFSU YANG MELAMPAU YANG HARUS ANDA KETAHUI..

Manfaat suami Menghisap Payudara Isteri

TEKNIK SPONTAN MENGGODA ISTERI

Sebab Sebenar Kenapa Suami Suka Peluk Isteri, Tahu Tak Apa Maksudnya.?

Cara Remove Friends Tak Aktif di Facebook

Antara Khilafah Islam dan Kemunculan Imam Mahdi

Khutbah Imam Katolik Yang Menggemparkan Dunia..

Catatan Popular Minggu Lepas

[PETUA] Zakar Panjang, Besar dan Air Mani Pekat dan Banyak.

KEPENTINGAN MENGULUM ZAKAR SUAMI

Manfaat suami Menghisap Payudara Isteri